Layanan Anak & Remaja

  • Gangguan Neurodevelopmental

    Gangguan Neurodevelopmental

    Semua orang pasti mengharapkan kondisi yang terbaik untuk anak-anaknya. Hanya saja, tidak jarang terjadi kelainan bawaan yang akan berpengaruh pada proses perkembangan tersebut. Hal ini akan berpengaruh terhadap proses belajar, sosialisai, dan juga adaptasi anak dalam lingkunganya. Kondisi-kondisi tersebut bisa terjadi karena adanya faktor bawaan secara biologis anak, yang mana terdapat abnormalitas pada perkembangan otak anak. Gangguan tersebut dapat ditandai dengan perkembangan komunikasi dan bahasa yang terhambat (speech delay), keterlambatan perkembangan yang menyeluruh (Global Developmental Delay), ataupun hambatan-hambatan dalam perkembangan kognitif dan kemandirian lainnya. Silahkan hubungi kami demi mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, bila anda menemukan adanya gejala pada anak Anda yang mengarah pada Gangguan Neurodevelopmental.

    Neurodevelopmental Disorders

    Every people would want their children to be in their best condition. However, there are often congenital abnormalities that affect their developmental process. This will then impact their learning process, socialization, and adapting abilities in their environment. These conditions can occur due to biological factors inherent in the child, which involve abnormalities in the child’s brain development. These disorders can be characterized by delayed communication and language development (speech delay), overall developmental delay (Global Developmental Delay), or obstacles in cognitive and other aspects of independence development. 

    Do not hesitate to contact us for further examination and treatment if you happen to find symptoms leading to Neurodevelopmental Disorder in your children.

  • Inatensi & Hiperaktivitas

    Anak Inatensi dan Hiperaktivitas

    Anak hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktifitas (GPPH) atau Attention Deficit and Hyperactifity Disorder (ADHD). Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan hiperkinetik. Dahulu kondisi ini sering disebut Minimal Brain Dysfunction Syndrome.

    Gangguan hiperkinetik adalah gangguan pada anak yang timbul pada masa perkembangan dini (sebelum berusia 7 tahun) dengan ciri utama tidak mampu memusatkan perhatian, hiperkatif, dan impulsif. Ciri perilaku mewarnai berbagai situasi dan dapat berlanjut sampai dewasa.

    Ciri-ciri Hiperkinetik dan Penderitanya

    Kemampuan akademik tidak optimal

    Kecerobohan dalam hubungan sosial

    Kesembronoan dalam menghadapi situasi yang berbahaya

    Sikap melanggar tata tertib secara impulsif

    Mengalami kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, mendengarkan guru, dan permainan

    Hiperaktifitas, selalu bergerak dan tidak bisa tenang

    Impulsifitas, melakukan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu

    Kondisi Lain Gangguan Hiperkinetik

    Gangguan Perilaku

    Melakukan gerakan-gerakan tertentu secara berulang Membawa benda yang sama kemanapun anak pergi Cara bermain tidak lazim Memainkan jari, menggoyang-goyangkan tubuh selama berjam-jam Suka berdiam diri dengan tatapan kosong Tidak dapat duduk tenang sekalipun saat melakukan aktifitas yang sederhana

    Gangguan Interaksi Sosial

    Tidak peduli dengan sekeliling Suka bermain sendiri Merasa terganggu/tertekan di keramaian

    Gangguan Kognisi / Kesulitan Belajar

    Sulit berkonsentrasi Pemahaman terbatas Mudah lupa Lambat merespon informasi Gangguan motorik

    Perkembangan Motorik Tidak Sesuai dengan Usia

    Belum dapat merangkak, duduk, jongkok, berdiri, berjalan secara mandiri seperti anak sebayanya Tidak mampu mempertahankan posisi tubuh Tonus otot lemah pada tungkai, berjalan mudah jatuh dan memegang benda sering pecah.

    Gangguan Emosi / Depresi & Cemas

    Cenderung agresif Cenderung menyakiti diri sendiri dan orang lain Tidak bisa berempati terhadap orang lain Sering tantrum (mengamuk tidak terkendali) Tertawa dan menangis tanpa sebab yang jelas.

    Gangguan Komunikasi

    Terlambat bicara Menceracau (mengeluarkan suara-suara yang tidak jelas) Tidak bisa melakukan kontak mata dengan orang lain Tidak ada usaha untuk menjalin komunikasi dalam bentuk apapun Membeo (echolalia).

    Gangguan Sikap Menentang

    Sering melawan orang tua / guru Sering membangkang / membantah Sering tidak mematuhi aturan

    Inattention & Hyperactivity

    A hyperactive child may be experiencing Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) or hyperkinetic disorder. Before that, it was called Minimal Brain Dysfunction Syndrome. 

    Hyperkinetic disorder is a disorder experienced by children during their early developmental stage (before 7 years old) with its main characteristics being not able to focus, hyperactive, and impulsive. These characteristics appear in all situations and persist until adulthood.

    Characteristics of Hyperkinetic and its Sufferers

    Unoptimal academic abilities

    Clumsy in social relationships

    Carelessness when facing dangerous situations

    Impulsively going against the rules

    When they have a hard time concentrating on their studies, listening to teachers, and playing games

    When they show signs of hyperactivity by moving around a lot and cannot stay still

    When they show signs of impulsivity by doing something without thinking

    Other Conditions Hyperkinetic Disorder

    Behavioral Disorders

    • Repeating specific movements
    • Carrying the same object everywhere
    • Unusual ways of playing
    • Finger-playing, rocking the body for hours
    • Preferring solitude with an empty gaze
    • Unable to sit still even during simple activities

    Social Interaction Disorders

    • Lack of concern for their surroundings
    • Preferring solitary play
    • Feeling disturbed or overwhelmed in crowds

    Cognitive Disorders / Learning Difficulties

    • Difficulty concentrating
    • Limited understanding
    • Easy forgetfulness
    • Slow response to information
    • Motor Disorders

    Emotional Disorders / Depression & Anxiety

    • Tendency toward aggression
    • Self-harm and harming others
    • Lack of empathy toward others
    • Frequent tantrums (uncontrolled outbursts)
    • Laughing and crying without apparent reason

    Motor development not in line with their age

    • Unable to crawl, sit, squat, stand, or walk independently like their peers
    • Unable to maintain body positions
    • Weak muscle tone in the limbs
    • Easily falls while walking
    • Often breaks objects

    Communication Disorders

    • Late speech development
    • Babbling (producing unclear sounds)
    • Inability to make eye contact with others
    • No effort to engage in any form of communication
    • Echolalia (repeating words or phrases)

    Oppositional Defiant Behavior

    • Often opposes parents/teachers
    • Frequent defiance or contradiction
    • Frequent non-compliance with rule
  • Kesulitan Belajar

    Gangguan Anak Kesulitan Belajar

    Apakah anak Anda tergolong anak yang cerdas dan kritis, namun kesulitan dalam mengikuti pelajaran di Sekolah? Atau mungkin Anda menyadari adanya kesulitan anak dalam memahami proses belajar di Sekolah, baik dari aspek yang spesifik (kesulitan dalam memahami bahasa, kesulitan dalam memahami pelajaran matematika, dan lainnya) ataupun secara umum. Nyatanya, banyak faktor yang mempengaruhi optimalisasi kemampuan belajar anak. Mulai dari gambaran kemampuan kognitif, masalah emosional dan sosialisasi, hingga dinamika perilaku dan keterampilan belajar anak. Demikian, perlu adanya pemeriksaan yang mendalam demi memahami masalah utama anak terkait kesulitannya dalam mengikuti proses belajar tersebut. Maka dari itu, bila Anda menemukan adanya gejala yang menyebabkan anak Anda sulit mengikuti pelajaran di Sekolah, janganlah ragu untuk menghubungi kami untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan profesional.

    Learning Difficulties

    Is your child intelligent and critical, but has difficulties following subjects at school? Or you may realize your child has a hard time understanding the learning process at school from a specific aspect (difficulties in understanding language, understanding mathematics, and others) or in general. There are various factors that affect children’s optimized learning abilities such as cognitive competency, emotional and social problems, behavior dynamics, and the child’s learning skills. Hence there needs to be a thorough examination to understand the main issue related to their difficulties in following the learning process. With that being said if you notice signs of learning difficulties in your child, do not hesitate to contact us for a professional examination and treatment. 

  • Konsultasi Pola Asuh

    Konsultasi Pola Asuh Anak

    “Tidak ada satu anak pun yang terlahir dengan protokol”. Mungkin Anda sering mendengar perkataan ini. Memang banyak buku, artikel, dan informasi lainnya yang dapat mengajarkan kita tentang pola asuh yang sehat. Namun, perlu diingat bahwa setia anak memiliki keunikannya masing-masing yang pasti memerlukan penerapan pola asuh yang berbeda pada mereka. Mereka terlahir dengan sebuah karakter. Mereka bukanlah individu yang terlahir dari cetakan yang bisa disesuaikan dengan sistem yang kita baca atau pelajari sebelumnya. Banyak orangtua yang mengalami kesulitan untuk menerapkan pola asuh yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anak.

    Parenting Consultation

    “No child is born with a protocol.” You may often hear this. There are a lot of books, articles, and other information that teach us healthy parenting methods. However, every child is unique. They are born with a character that cannot be merely adjusted into a system we’ve read or learned. Hence parenting styles are not a one-size-fits-all. With that being the case, there are a lot of parents who struggle to find the right parenting method for their children. 

    If you feel the need for proper professional information to discuss suitable parenting methods in order to maximize your child’s potential and character, please contact us to schedule an appointment.

  • Masalah Emosional Anak

    Masalah Emosional Anak

    Semua anak terlahir dengan karakteristik tempramen yang berbeda-beda. Pada perkembangannya, anak-anak hingga remaja memang masih belum memiliki regulasi emosi yang matang. Hanya saja, pada kondisi tertentu, luapan emosi tersebut dapat menjadi begitu intens hingga mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Kondisi tersebut bisa ditemukan mulai pada usia balita, yang merupakan kondisi depresi bawaan pada anak (Disruptive Mood Dysregulation Disorder) hingga mereka dapat menyakiti diri sendiri dan orang lain; pada usia sekolah, yang mana hal ini berkaitan dengan adanya Gangguan Perilaku Menentang; hingga usia remaja yang berkatian dengan adanya perkembangan hormonal ataupun masalah sosial-emosional lainnya. Penyebabnya bisa beragam faktor, sehingga membutuhkan penanganan yang komprehensif demi mencapai pemulihan yang optimal.

    Children’s Emotional Issues

    Every child is born with different temperamental characteristics. In their developing stage, children and adolescents are having a hard time regulating their emotions. However, in certain situations, those emotional outbursts may be too intense that they disrupt their everyday life. Such condition may develop from toddler age, which is a condition of inherent child depression (Disruptive Mood Dysregulation Disorder) where they may harm themselves and others; during school age, which is related to Oppositional Defiant Disorder; and into adolescence, which is linked to hormonal development or other social-emotional issues. There are various factors that may cause this condition. That’s why a thorough and comprehensive treatment is needed to reach optimal recovery. 

  • Masalah Pertemanan Sosial

    Masalah Pertemanan Sosial

    Masa-masa pra-remaja hingga remaja akhir adalah momen di mana seorang Anak akan belajar tentang identitas diri mereka. Dalam hal ini, sosialisasi dan pergaulan sangatlah penting bagi perkembangan kepribadian Anak. Hanya saja, orangtua tidak bisa selalu mengawasi mereka terus menerus. Demikian, tidak jarang ditemukan banyak permasalahan dalam sosialisasi anak di usia tersebut. Contohnya adalah rasa penasaran dan ketakutan akan penolakan yang membuat seorang anak remaja terjerumus pergaulan yang tidak sehat, ataupun adanya bullying dari teman-teman sebayanya. Hal ini akan sangat mempengaruhi kondisi psikologis mereka dalam membentuk konsep diri dan kepercayaan-diri mereka, serta membentuk keterampilan sosial mereka di masa depan dalam proses adaptasi di lingkungan pendidikan, kerja, ataupun ketika berkeluarga.

    Friendship / Social Problems

    A child would be learning about their own identity during the pre-adolescence stage up to late adolescence. This is why friendships and socializing are very important in these stages. However, parents can’t always monitor their children. This is why problems regarding this matter are often found. For example, the feeling of curiosity and fear of rejection leads a teenager into an unhealthy friendship, or they may experience bullying from peers. This would affect their self-concept, self-confidence, and the development of their social skills in the future when adapting to educational environments, work, or family life. 

  • Spektrum Autisme

    Konsultasi Pola Asuh Anak

    Gangguan Autisme adalah sebuah gangguan yang umum dikenal masyarakat, namun seringkali disalahpahami. Autisme merupakan sebuah spektrum, yang mana berarti dapat ditemukan pada anak-anak (atau orang dewasa) mulai dari gejala yang ringan, sedang, hingga berat, tergantung tingkat kemandirian mereka. Bila mendapatkan penanganan yang tepat, tentunya individu dengan Autisme akan dapat beradaptasi lebih baik secara mandiri, dan tidak jarang pula yang dapat menyesuaikan fungsi hidupnya selayaknya individu pada umumnya. Gejala Autisme pun termasuk sulit terdiagnosa karena banyak karakteristik yang tumpeng tindih dengan gejala Gangguan Perkembangan lainnya. Mulai dari minimnya kontak mata, kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, adanya perilaku yang berpola dan repetitif, serta adanya hipersensitif & hiposensitif sensorik yang dapat berpengaruh pada proses adaptasinya. Tentunya, profesional dapat melakukan observasi yang mendalam untuk melihat karakteristik yang spesifik ditemukan pada anak/dewasa dengan Spektrum Autisme.

    Autism Spectrum

    Autism disorder is widely known by society, but often misunderstood. Autism exists as a spectrum, which means it may be found in children and adults ranging from mild to severe symptoms depending on their level of independence. If they get the proper treatment, individuals with autism can adapt more independently, and it’s not uncommon for them to adjust their life functions just like individuals in general. Autism symptoms are hard to diagnose as there are various characteristics that overlap with other Developmental Disorders. Symptoms like minimal eye contact, struggle in communicating and socializing, presence of patterned and repetitive behavior, hypersensitive and hyposensitive sensory can impact their adaptation process. 

    Certainly, professionals can conduct in-depth observations to identify specific characteristics found in individuals, whether children or adults, with Autism Spectrum Disorder.

  • Tumbuh Kembang

    Tumbuh Kembang Anak

    Perkembangan fisik dan psikologis seseorang sedari lahir hingga dewasa sangatlah berhubungan. Banyak kesulitan dalam perkembangan di usia dewasa yang sebenarnya disebabkan oleh kurangnya stimulasi pada aspek-aspek tumbuh kembangnya semasa kecil. Perkembangan bukan hanya sekedar anak bisa tumbuh tinggi besar, namun juga perlu diperhatikan aspek-aspek spesifik seperti perkembangan sensorik-motorik, perkembangan komunikasi dan bahasa, kemandirian, personal-sosial, dan juga kognitif. Contohnya adalah Gangguan Pemrosesan Sensorik yang dapat membuat seseorang kesulitan untuk fokus dan merespon kondisi di sekelilingnya. Adapun kondisi lain seperti Gangguan Komunikasi Sosial, di mana seorang anak bisa berbicara dengan baik, namun kesulitan untuk berkomunikasi sesuai norma sosial. Maka dari itu, bila Anda menemukan adanya permasalahan pada tumbuh kembang anak Anda, janganlah ragu untuk menghubungi kami untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan profesional.

    Development

    A person’s physical and psychological development from birth to adulthood is very much interconnected. Many issues in adult development are caused by minimal stimulation in their and development aspect during childhood. G does not only mean a child growing big and tall, it also involves sensory-motor development, communication and language development, independence, personal-social development, and cognitive development. This could eventually lead to issues such as Sensory Processing Disorder would make an individual struggle to focus and respond to their surroundings or Social Communication Disorder, where a child can speak well but has a hard time communicating based on social norms. 

Pendampingan Kesehatan Mental Sejak Dini

Layanan Anak dan Remaja
Masalah Kesulitan Belajar
Konsultasi Pola Asuh Anak

Masa anak-anak dan remaja adalah fase penting dalam pembentukan karakter, emosi, dan keterampilan sosial. Tantangan seperti tekanan akademik, perubahan hormonal, perundungan, hingga masalah keluarga dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka. Dengan layanan kesehatan mental anak sejak dini membantu mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.

Asesmen Psikologis: Tes untuk memahami perkembangan kognitif, emosi, dan perilaku.

Konseling Individu: Pendampingan bagi anak & remaja dalam mengelola stres, kecemasan, atau konflik.

Terapi Bermain & Kreatif: Membantu anak mengekspresikan diri dengan cara yang nyaman.

Parenting Support: Konsultasi bagi orang tua agar lebih memahami kebutuhan anak.

Intervensi Gangguan Belajar & Perilaku: Dukungan bagi anak dengan kesulitan akademik atau sosial.