Layanan Individu

  • Gangguan Emosional / Mood

    Setiap hari, manusia akan menghadapi beragam kesulitan dalam menjalankan kehidupannya. Kesehatan mental individu tersebut dapat ditemui dalam lingkungan keluarga, sosial, pekerjaan, atau bahkan masalah yang telah tertanam dalam diri seseorang itu sendiri. Adakalanya, kesulitan itu dirasa begitu berat hingga menimbulkan stress, cemas, dan emosi negatif lainnya. Bila tidak tertangani, emosi negatif tersebut akan berkembang menjadi suatu gangguan psikologis yang dapat berpengaruh terhadap produktifitas seseorang. Kami menyediakan layanan terapi yang dapat membantu menangani dan memulihkan gangguan perasaan hati tersebut. Akan dilakukan konseling untuk menggali permasalahan sehingga dapat ditentukan langkah terapi yang tepat pada tujuan. Selain itu, akan dilakukan pula latihan-latihan yang dapat membantu Anda untuk meningkatkan emosi dan pola pikir yang positif.

    Mood Disorders

    Humans experience all kinds of struggles every day. These struggles may be encountered in family, social settings, work, or even deeply rooted in oneself. There may be a time when these hardships feel too much and as a result cause stress, worry, and other negative emotions to emerge. If not handled well, it may develop into a psychological disorder that will disrupt your productivity.  Here at Smart Mind Center Consulting, We provide counseling services that could help you overcome your emotional hurdle where we will find out together the root of your problem and determine the next step in healing. You would also be given exercises that help to improve your emotions and foster positive thinking patterns

  • Gangguan Kecemasan

    Perasaan cemas ataupun takut adalah sebuah perasaan yang wajar dialami sehari-hari bila respon tersebut sesuai dengan situasi yang dialami. Hal tersebut adalah sebuah respon pertahanan diri yang bertujuan untuk mengingatkan kita atas adanya ancaman. Namun, pada beberapa kasus, kecemasan pun akan terasa sangat mengganggu bila intensitas, durasi, dan frekuensinya tidak sesuai dengan situasi yang dialami. Bahkan, tanpa disadari, kondisi tersebut telah berkembang menjadi sebuah gejala Gangguan Kecemasan yang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti Generalized Anxiety Disorder, yang mana seseorang akan terus merasa sangat cemas atas semua hal yang terjadi sehari-hari, Phobia atau sebuah ketakutan yang sangat intense hingga menimbulkan respon fisik yang tidak nyaman, hingga kecemasan yang spesifik seperti Heatlh Anxiety Disorder atau kecemasan akan adanya penyakit yang diderita tanpa adanya bukti pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, serta masih banyak lagi bentuk Gangguan Kecemasan lainnya. Tentunya, hal ini akan sangat mengganggu rutinitas kita, bukan?

    Anxiety Disorder

    It is normal to feel scared or anxious in our day-to-day life as a response to an inconvenient situation as it happens to protect us from possible dangers. However, in some cases, these feelings would be disruptive if their intensity, duration, and frequency do not match the corresponding event. Without realizing it, it may have developed into Generalized Anxiety Disorder in which someone feels overly anxious about everything happening in their life, a phobia where someone feels an immense fear towards a subject that it translates physically, or Health Anxiety Disorder in which someone overly worries about a health complication they may have. Can you imagine how disrupted your activities would be?

  • Gangguan Tidur / Insomnia

    Insomnia adalah sindrom kesulitan tidur, baik kesulitan untuk memulai tidur dan atau mempertahankan tidur. Merupakan keluhan yang paling banyak dikemukakan pasien dan prevalensinya per tahun dapat mencapai 30-45% pada populasi orang dewasa. Selain insomnia primer, insomnia juga dibedakan menjadi :

    – Insomnia sekunder karena kondisi medis

    Dapat disebabkan karena rasa sakit yang kronis, lesi di susunan saraf pusat, sindroma apnoe tidur, restless legs syndrome & nocturnal myoclonus, faktor makanan (diet kafein), parasomnia, penggunaan alkohol, penyalahgunaan zat, penyakit endokrin dan metabolik, penyakit infeksi, neoplasma, penyakit gastroesofageal-refluks dan proses penuaan (aktifitas fisik yang kurang di siang hari).

    – Insomnia sekunder karena gangguan psikiatrik atau keadaan lingkungan

    Bisa disebabkan karena ansietas, depresi, skizofrenia, posttraumatic stress disorder, gangguan irama , faktor perilaku (higienis tidur) dan perubahan lingkungan (bising dan terlalu terang).

    Gangguan tidur adalah gangguan yang cukup sering dijumpai, kompleks, dan meliputi banyak aspek medis maupun psikologis dari penderitanya. Gangguan ini merupakan masalah serius dan penting yang masih sering luput dari fokus perhatian para klinikus saat ini.

    Insomnia, apnoe tidur obstruktif, narkolepsi, restless legs syndrome dan nocturnal myoclonus adalah bentuk gangguan tidur yang sering dikeluhkan pasienpasien gangguan tidur.

    Sleeping Disorder / Insomnia

    Insomnia is a syndrome of sleep difficulties, including difficulty beginning to sleep and/or maintaining sleep. It’s the most commonly reported complaint by patients and its annual prevalence can reach 30-40% in the adult population. Besides primary insomnia, there are also other types of insomnia including:

     

    • Secondary insomnia caused by medical conditions

    This may be caused by chronic pain, lesions in the central nervous system, sleep apnea, restless leg syndrome, dietary factors (caffeine intake), parasomnia, alcohol use, substance abuse, endocrine and metabolic diseases, infectious diseases, neoplasms, gastroesophageal reflux disease, and the aging process (insufficient daytime physical activity).

     

    • Secondary insomnia caused by psychiatric disorders or environmental conditions

    This may be caused by anxiety, depression, schizophrenia, posttraumatic stress disorder, disrupted circadian rhythm, behavioral factors (sleep hygiene), and environmental changes (loud sounds and bright lights).

     

    Sleeping disorders are quite commonly found, and complex, and include a lot of medical and psychological effects from the sufferer. This disorder is a serious and important problem that seems to slip out of clinicians’ focus.   

    Insomnia, obstructive sleep apnea, narcolepsy, restless legs syndrome, and nocturnal myoclonus are forms of sleep disorders commonly reported by patients with sleep disorders.

  • Masalah Obsesi & Adiksi

    Pernahkah Anda melihat ada seseorang yang terus menerus memikirkan dan melakukan sesuatu secara berulang-ulang, walaupun ia tahu yang ia lakukan adalah suatu hal yang tidak logis bahkan merugikan? Atau malah Anda pun mengalaminya sendiri? Hal inilah yang disebut dengan obsesi. Obsesi didasari atas keyakinan irasional yang bisa terlihat seperti tindakan-tindakan yang terlihat wajar, contohnya adalah tindakan seseorang yang terlalu terfokus pada kebersihan dan keteraturan hingga
    pemikiran yang cukup ekstrim, seperti keinginan untuk menumpuk dan mengumpulkan barang-barang tertentu yang dapat merugikan dirinya dan orang lain. Obsesi juga bisa terbentuk menjadi perilaku yang berulang yang tidak jarang juga menjadi tindakan yang merusak diri, seperti mencabut rambut, mencungkil kuku, dan sebagainya. Obsesi pun dapat berupa kesulitan untuk mengontrol diri dalam melakukan suatu hal yang dianggap menyenangkan (bahkan menjadi ketergantungan), yang dikenal sebagai adiksi (Adiksi zat, adiksi rokok, adiksi games dan gadget, dan lainnya). Seringkali obsesi dan adiksi yang terjadi akan sangat berdampak negatif pada kehidupan sosial seseorang.

    Obsession and addiction problems

    Have you ever seen someone that repetitively thinks and does something, even if they know it’s logically bad for them? Or are you experiencing this yourself? This is what you call obsession. It is based on irrational beliefs that may seem normal, let’s say focusing on cleanliness and orderliness that leads to extreme thoughts such as the desire to hoard and collect specific items that can be harmful to oneself and others. Obsessions can also manifest as repetitive behaviors often leading to self-destructive actions like hair pulling, nail picking, etc. Other than that, it may also involve difficulties in controlling oneself from engaging in something considered pleasurable (even becoming addictive), known as addiction (substance addiction, smoking addiction, gaming, gadget addiction, etc.). Often, obsessions and addictions have a significant negative impact on a person’s social life. 

  • Trauma & Pemulihan Diri

    Semua orang pasti pernah mengalami momen-momen yang tidak mengenakan semasa hidupnya. Bila momen tersebut telah membentuk sebuah “luka” yang membekas di pikiran kita, “luka” tersebut akan terus ada dan mempengaruhi cara kita berpikir, bertindak, ataupun merespon sesuatu secara tidak adaptif. Pemulihan pada “luka” tersebut jelas diperlukan, yang mana dapat kita ketahui bahwa sebagian besar masalah kesehatan mental berdasar pada trauma. Rasa rendah diri, ketakutan akan penilaian orang lain, hingga trust issue merupakan salah satu bentuk dari respon trauma yangdimiliki seseorang. Prosesnya yang dijalani pun tidak semudah memaafkan atau melupakan saja. Perlu adanya tahapan-tahapan berkelanjutan yang dimulai dari pelepasan emosional, manajemen diri, hingga proses pemulihan kesehatan mental individu bisa terjadi secara optimal.

    Trauma & Self-recovery

    Everyone has experienced unpleasant moments in their lives. When these moments form a  “wound” that leaves a mark on our minds, that “wound” will continue to exist and affect how we think, act, or respond in maladaptive ways. Healing from it is necessary, as we know that a significant portion of mental health issues are based on trauma. Feelings of low self-esteem, fear of judgment from others, and trust issues are some of the responses to trauma that individuals may have. The process is not as simple as just forgiving or forgetting. There are stages to go through that begin with emotional release, self-management, and ultimately, the recovery process can occur optimally.

Pusat Layanan Kesehatan Mental Audentia

Kesehatan Mental Individu Audentia hadir untuk memberikan dukungan profesional bagi Anda yang ingin menjaga, memulihkan, dan mengoptimalkan kesehatan mental. Kami memahami bahwa setiap individu memiliki tantangan, pengalaman, dan tujuan hidup yang berbeda. Oleh karena itu, layanan kami dirancang secara personal dan holistik, menyesuaikan kebutuhan unik Anda.

Di Audentia, kami percaya bahwa kesehatan mental adalah fondasi penting bagi kualitas hidup yang baik. Melalui sesi konsultasi, terapi, dan pendampingan, kami membantu Anda mengelola stres, mengatasi kecemasan, memulihkan diri dari depresi, serta membangun keterampilan emosional untuk menghadapi berbagai situasi hidup.

audentia-konsultasi-dengan-psikolog-psikiater
pasien tova AI

Tim profesional kami terdiri dari psikolog, konselor, dan praktisi kesehatan mental berpengalaman yang bekerja dengan empati, rasa hormat, dan menjaga kerahasiaan penuh. Kami menggunakan pendekatan berbasis bukti (evidence-based practice) yang telah terbukti efektif, termasuk terapi kognitif-perilaku, konseling berbasis solusi, dan teknik mindfulness.