Ms. Yuliwaty percaya bahwa setiap individu adalah pemilik cerita kehidupan yang unik dan berharga. Di balik setiap tantangan, terdapat batin yang merindukan untuk didengar, dipahami, dan diterima apa adanya.
Berlatar belakang pendidikan S2 Inklusi dan pengalaman sebagai konselor sekolah, ia belajar menyelami dunia batin anak-anak, remaja hingga keluarga. Sejak 2018, ia menekuni Play and Creative Arts Therapy karena ia memegang teguh keyakinan bahwa pemulihan diri dimulai saat seseorang merasa diterima tanpa syarat. Di dalam “ruang aman” yang ia ciptakan, kata-kata yang sulit terucap akan menemukan bentuknya melalui media kreatif. Media kreatif ini menjadi jembatan bagi siapa pun—dari anak-anak hingga lansia—untuk mengurai beban hidup, meyembuhkan luka batin, dan perlahan menemukan kembali harapan yang sempat pudar. Serta menumbuhkan identitas diri dan percaya diri dalam setiap individu yang dilayani.
Sebagai seorang psikoterapis, ia telah dipercaya untuk mendampingi banyak individu mengalami pemulihan emosi dan luka batin seperti trauma, depresi, masalah kelekatan – attachment, perceraian dan kedukaan.
Ia juga membantu klien yang memiliki tantangan identitas diri, stress, kecemasan – termasuk selective mutism, disregulasi emosi, Autism, ADHD, dan Dyslexia.
Di saat individu diperhadapkan pada transisi kehidupan, ia membantu proses adaptasi di masa empty nest dan pensiun, sehingga transisi kehidupan tersebut tetap diwarnai dengan makna.
Memposisikan diri sebagai rekan bagi para orang tua, ia juga memberdayakan orang tua untuk merajut kedekatan dengan anak dan membangun keharmonisan keluarga.
Lewat pendampingan yang diberikan, ia berharap bahwa dalam setiap musim kehidupan yang sulit, setiap individu tidak perlu berjalan sendirian. Layanan psikoterapi ini tersedia baik melalui sesi individu, kelompok, maupun keluarga.
